Sabtu, 13 Desember 2014

Sumur misteri

Sumur misteri
Sebuah SUMUR walaupun setiap hari DITIMBA...AIRNYA tidak akan pernah KERING...

Bila tidak ditimbapun.. KETINGGIAN air yg ada di dalam sumur itu juga tdk MENINGKAT dan tetap saja seperti semula...                  
                                                                                       Inilah hukum alam.. Dimana didalam alam semesta juga tersimpan MISTERI yang bertujuan untuk selalu MEMBERI...

Sesungguhnya kehidupan kita juga DIIBARATKAN seperti sumur...
Maka jangan BERPIKIR bahwa kalau MEMBERI apa yg kita MILIKI.. akan BERKURANG apa kita miliki...
Tapi kalau kita belajar dari sumur ini, semakin BANYAK memberi akan semakin banyak air yang MENGALIR kepadanya...

Dalam hal memberi tidak harus dalam bentuk UANG atau MATERI.. Kita bisa memberi apa saja yang kita miliki...
Saat kita mengajarkan ILMU, maka dengan sendirinya KEMAMPUAN kita akan semakin MENINGKAT...      
Yang perlu DIPERHATIKAN adalah JANGAN memberi karena TERPAKSA..ingin DIPUJI.. Atau menyombongkan diri...

Tetapi karena MENGINGINKAN orang lain bisa BAHAGIA bisa hidup lebih BAIK dan LAYAK....

MEMBERI adalah perasaan KEPUASAN batin juga kebahagiaan SEJATI(*)(*)
Semoga semua makhluk berbahagia
HΑνε Ǻ Nicε Ð̀ay

Rabu, 10 Desember 2014

Kisah anak dibawah tekanan

Renungan (Sebuah Kisah)

Hari ini saya berkunjung kesebuah
rumah sakit, membesuk anak teman saya yang sedang sakit.

Teman saya ini seorang wanita karir lulusan S2 dari sebuah universitas ternama. Anaknya adalah seorang anak perempuan yang manis, umurnya baru 6 tahunan. tak lupa saya membawakan sebuah boneka sebagai buah tangan.Waktu saya datang dia langsung mengenali saya sebagai teman mamanya.."Bu Siti ya?" (bukan nama
sebenarnya). "Ya," jawab saya, agak terharu karena dia
mengenali saya. "Ayoo.. Bu Siti.. 42:6 berapa? Kalau do'a masuk kamar mandi?" Kemudian dia menirukan gaya mengajar bu gurunya di kelas, ada senam bersama, lalu dia menirukan gerakan senam versi dia kemudian menyanyikan lagu 5x5 =25. Setelah itu dia
melafalkan doa sebelum makan." Bu siti ..ayo..buat kalimat.. saya pergi ke sekolah setelah itu pulangnya ke mall, bisa? Lucu?? Pintar?? Cerdas??.. mungkin itu juga yang ada di benak teman- teman saat mengikuti celoteh anak perempuan teman saya itu.

Namun selama saya hadir di situ sang bunda terus menerus menyeka air matanya. Ya... saya turut prihatin dengan penyakit yang sedang diderita oleh anaknya. Penyakit apakah gerangan? Yang pasti bukan sembarang penyakit seperti anak-anak biasa, bukan demam, bukan batuk dan bukan pilek.

Jangan terkejut teman teman, karena saya berkunjung bukan di rumah sakit biasa, saya sedang berada dirumah sakit jiwa..Ya.. sebuah Rumah Sakit Jiwa dikawasan Jakarta Timur.

Apa yang sebenarnya terjadi??

Minggu2 terakhir ini sang anak sangat suka menangis. Kalau ditanya apa saja...jawabnya sering ngelantur, "7" "24:6 =4...""how are you" , dan jawaban lain seperti huruf hijaiyah, kemudian menirukan gaya gurunya mengajar. Menurut psikolog, anak ini terlalu diforsir..dia mengikuti les matematika di tempat kursus terkenal yang target tugasnya 1 buku harus selesai 10 menit, kemudian les bahasa inggris,terus sekolah, les mengaji dan lain-lain sehingga mengakibatkan anak terlalu jenuh.

  Si anak hanya mau bercerita sama psikolognya,tetapi kalau ditanya oleh orang lain jawabannya angka-angka, bahasa Inggris atau pelajaran mengaji.. "apa ini? huruf....hijaiyyah.." Jadi dia menirukan gaya gurunya..dan jika
bertemu orang yang memakai baju guru dia langsung tertekan.Yang lebih mengharukan lagi, saat melihat sang bunda menangis, Si anak cuma
bilang.."bunda jgn nangis..aku kan pinter..tp aku ga mau tidur sama bunda yaaa..aku maunya sama dokter ganteng/cantik aja.."

Dia memang tinggal di kamar vip.. jadi memang ada dokter yg mengawani sehari-hari. Dan ternyata ada 5 anak kecil yang masuk rsj itu.. tapi dia yg paling kecil..sisanya umur 12 tahunan.. karena broken home..Hanya dia sendiri yang mengalami gangguan
akibat terlalu banyak tekanan belajar.. Sungguh kasihaaan.

Pelajaran berharga untuk para orangtua agar tetap
memperhatikan tahapan perkembangan anak, usia tk adalah usia bermain , belajarpun harus melalui permainan dan jangan korbankan anak-anak kita karena ambisi orangtuanya ..
Biarkan mereka bermain dan berikanlah kenangan masa kecil yang terindah untuk mereka. Stop eksploitasi anak demi ambisi orang tua. Sayangi Anak Anda. Apa pendapat atau komentar Anda, Sahabat FB, selaku orangtua membaca kisah ini?

(Catatan AWG: Finlandia adalah
negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Anak masuk SD usia 7 tahun dan belum bisa baca
tulis atau berhitung. Anak baru belajar calistung di usia 7 tahun. Dan hasilnya sangat bagus.)

Selasa, 09 Desember 2014

Ketika Saya Mulai Diam

Ketika Saya Mulai Diam.

Dulu saya punya kebiasaan mengkritik orang lain. Protes ini, protes itu. Ada saja yg hrs saya komentari.
Intinya apapun itu saya beri komentar, sebab saya merasa tidak cocok dgn apa yg dilakukan oleh orang lain. Jika orang lain memberikan bantahan maka saya akan memberikan pernyataan tandingan. Sampai seringkali pernyataan saya lebih dominan emosional daripada rasional. Lalu ketika saya menyempatkan diri utk mulai duduk diam dan mengamati kondisi internal saya, saya baru tahu. Waaaw, Tidak heran selama ini hidup saya runyam sekali.
Banyak hal yg tak sesuai dgn saya. Kondisi batin saya saja acak adut. Berserakan. Pikiran saya tidak rapi. Terlalu liar utk bisa fokus kepada satu hal dan menikmatinya sebagaimana adanya.

Dari pengalaman ini saya belajar bhw, ketika saya sibuk mengomentari orang lain, itu krn saya tidak betah dgn diri saya sendiri. Pikiran saya tak betah tinggal di dalam diri saya karena internal yg kacau balau. Pikiran saya telah punya kebiasaan tidak rapi dan dia mulai mengacaukan orang lain dgn kritikan2.
Setelah saya lebih sering lagi duduk diam dan memberi pikiran saya tugas utk fokus pada satu hal saja, selama setengah jam, satu jam setiap hari. Pikiran saya perlahan-lahan mulai rapi.
Saya lebih banyak memuji daripada mengkritik.
Saya lebih memberi saran daripada menyalahkan.
Saya lebih banyak diam mendengarkan daripada berbicara kesana kemari.
Saya lebih bisa memilah mana informasi yg bermanfaat utk saya mana yg harus saya abaikan saja.
Saya lebih banyak tersenyum daripada berwajah tegang.

Lingkungan saya mulai berubah. Dgn pujian tulus mereka lebih berkembang di banyak aspek. Mereka bertumbuh.

Satu pembelajaran lagi bagi saya bahwa ternyata ketika saya memandang kualitas positif dari orang lain dan menyampaikannya dgn tulus, mereka akan berubah menjadi lebih baik. 
Ternyata untuk mengubah lingkungan saya, saya dulu yang harus berubah.

Kesabaran dan Toleransi

Kesabaran dan Toleransi

Bersabarlah terhadap segala sesuatunya. Kemarahan akan menuntun seseorang menuju rimba yg tdk memiliki jalan setapak utk dilalui. Selain merangsang dan mengganggu orang lain, ia juga melukai dirinya sendiri, melemahkan badan jasmani serta menggangu pikirannya.  Kata-kata kasar yg bagaikan sebuah anak panah yg dilepaskan dari busurnya tidak akan dapat ditarik kembali walaupun Anda persembahkan seribu permohonan maaf utk itu.
"Makhluk-makhluk tertentu tak dapat melihat pada siang hari, sedangkan beberapa makhluk lainnya buta pada malam hari. Tetapi seorang manusia yg diliputi kebencian yg sangat dalam akan menjadi gelap mata baik siang maupun malam."

Dengan siapakah kiranya kita bertempur pada saat kita marah? Kita bertempur dgn diri kita sendiri, karena kita sendirilah musuh terjahat bagi kita sendiri. Pikiran merupakan teman yg terbaik dan juga musuh yg terjahat.
Kita harus mencoba membunuh hawa nafsu, kebencian dan kebodohan yg terpendam dalam pikiran kita dgn menggunakan kesusilaan, pemusatan pikiran serta kebijaksanaan.

Berbagai macam penderitaan batin, penyakit2 kulit, penyakit encok, dan
berbagai penyakit lainnya melukiskan dendam menahun, kebencian dan iri hati.

Perasaan2 yg merusak seperti itu meracuni kenyamanan hati. Mereka memelihara perkembangan dan tendensi penyakit tersembunyi serta mengundang kuman2 penyakit. Maka berusahalah bersabar terhadap kondisi2 yg tidak menyenangkan yg muncul dalam batin. :)

SAHABAT (That's Why Friends Are For)

" SAHABAT " (That's Why Friends Are For).
Punya Sahabat baik adalah mimpi yang dirindukan siapapun, karena sahabat baik itu ibarat berlian yang akan berkilau selamanya.
Sahabat baik bagaikan jodoh yg bisa bergandengan selamanya. dan ibarat jalan yang semakin dijalani semakin terang.
Sahabat baik juga adalah harta & berkah yang tak ada batasnya.
Coba lihat cabe, pedas tetapi banyak yang suka. Coba cium bunga mawar, walau berduri tetapi wangi.
Coba lihat bintang dilangit, sangat indah terlihat tetapi tak bisa digapai.
SEMUA ORANG HIDUP DENGAN KELEBIHAN & KEKURANGAN MASING.
Seorang Sahabat itu,Kadang harus seperti bintang di langit yang tetap kelihatan & selalu mengawasi kita, Kadang harus seperti Jarum Jahit yang walaupun menusuk tapi selalu bersifat menyatukan. Namun Sahabat itu tidak boleh seperti gunting yang bisa memotong & saling memisahkan.

Jangan saling memfitnah & menyakiti, Oleh sebab itu, saya ucapkan 'Terima Kasih' kepada anda sebagai sahabat  dengan segala kelebihan & kekurangan kita masing2.
Tiap hari kita berjumpa walau hanya lewat BBM. Tiap hari kita berinteraksi & berkomunikasi walau cuma lewat BC Morning  yang kadang hambar rasanya. Tiap hari kita belajar bersama, saling melengkapi serta saling mengingatkan, kadang juga bercanda walau hanya dengan joke2 kecil.  Dalam Kerendahan Hati ada Ketinggian Budi.
Dalam Kemiskinan Harta ada Kekayaan Jiwa. Dalam Kesempitan Hidup ada Kekuasaan Ilmu. :)

Semangat pagi Sahabat ku semuanya

Selasa, 02 Desember 2014

Mencari yang sempurna

Mencari yang sempurna
Seorang pemuda yang hidup di Perth telah sampai usia saat ia merasa harus mencari pasangan hidup. Jadi ia mencari-cari gadis sempurna di seluruh negeri untuk dinikahi.

Setelah berhari-hari, berminggu-minggu mencari, ia bertemu dengan gadis yang sangat cantik-jenis gadis yang bisa
menghiasi sampul majalah perempuan bahkan tanpa
make-up atau kosmetik!
Namun, meski dia kelihatan sempurna, pemuda itu tak bisa menikahinya. Sebab gadis itu tidak bisa masak!
Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.

Lalu ia mencari lagi, selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan akhirnya ia menemukan gadis yang bahkan lebih cantik lagi, dan kali ini masakan gadis itu luar biasa lezat-lebih baik dari yang bisa Anda dapatkah di restoran terbaik di Australia, bahkan lebih baik dari yang bisa Anda dapatkan dari restoran keluarga. Gadis ini bahkan menjalankan usaha restorannya sendiri!
Namun pemuda ini tak bisa menikahinya pula. Sebab kekurangan gadis itu adalah dia bodoh. Dia tak bisa menjalin percakapan sama sekali, sama sekali tidak cerdas. Dia belum menamatkan pendidikan, segala yang ia tahu cuma memasak!
Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.

Maka ia mencari selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga ia akhirnya menemukan gadis yang satu ini!
Ia begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, bahkan ia punya tiga restoran sendiri: ala Thai, ala Jepang dan ala Italia. Dan ia begitu cerdas, ia punya dua gelar doktor, pengetahuannya begitu luas, bisa menjalin percakapan begitu hebat, begitu baik, begitu welas asih. Ia sempurna!
Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Sebab gadis ini mencari pria yang sempurna!

Jadi. ..
Untuk mendapatkan sesuatu yang anda inginkan, lihatlah diri sendiri. Hidup ini seimbang, setiap kelebihan sudah tentu akan ada kurang nya. Milik apa yang anda punyai.

Surat cinta

Surat cinta
Seorang pemuda tampak gelisah. Dia sedang menantikan saat yang baik untuk memberikan surat cinta, yang sudah dipersiapkan di saku celananya, untuk gadis yang diam-diam disukainya.

Suatu sore, datanglah kesempatan yang ditunggu-tunggu.
Di keremangan senja, dia melihat si gadis sedang sendiri.
Lalu dengan terburu-buru, diberikanlah surat yang telah lama disiapkan dari saku celana. Kemudian dia sesegera mungkin berlari menjauh karena malu.

Keesokan harinya, si pemuda mendapat telepon dari si gadis yang memintanya bertemu disuatu tempat.
Saat pertemuan yang mendebarkan, si gadis berkata;
“Hai teman.. Saya tidak mengerti, kemarin kenapa kamu memberi uang kepada saya dan pergi begitu saja?”
sambil mengangsurkan uang yang kemarin diberikan kepadanya.

Pikiran yang tidak fokus, menyebabkan terjadinya kesalahan fatal. Mau memberikan surat, malah merogoh uang