Tampilkan postingan dengan label Nilai Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nilai Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2014

Nilai hidup manusia

Nilai hidup manusia                 

Seekor laba-laba menyombongkan diri karena tenunan sarangnya yang banyak.

Ia menghina ulat sutra dengan membandingkan hasil tenunannya,
“Hai, ulat sutra, lambat sekali kau bekerja !!!
Pantas saja sarang yang kau buat tidak jadi-jadi, sedangkan aku dalam waktu singkat saja dapat menenun tenunan yang hampir tak terhitung banyaknya.”
Dengan tenang ulat sutra menjawab,
“Memang benar aku bekerja dengan lambat, tapi lihatlah hasil akhirnya.
Tenunan ku sangat berkualitas, bahkan manusia menjualnya dengan harga yang tinggi.
Bagus ato tidaknya sesuatu tidak di liat dari JANGKA WAKTUnya,
tapi dari MUTUnya...”
Laba-laba pun terdiam dan pergi entah kemana dan ulat sutra kembali meneruskan pekerjaannya.

Cara memandang hidup

Cara memandang hidup

Untuk dapat melihat kehidupan ini, mari perhatikan 3 contoh berikut ini

Contoh 1, Cara Memandang hidup

Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. 
Mendadak, dr arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. 
Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu."
"Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah. 
"Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain," sahut anaknya.
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran