Kamis, 16 Juli 2015

Pembawa berkah

SIAPA SAJA PEMBAWA BERKAT DALAM KEHIDUPAN KITA...?
------------------------
1. Orang yang membantu kita ketika susah...

2. Orang yang meninggalkan kita ketika susah...

3.  Orang yang menyebabkan kita jadi susah...

Mengapa membawa BERKAT???

Karena ke 3 jenis orang ini secara tidak langsung, selain melatih kesabaran (Potensi Diri) kita, juga membuat kita semakin dewasa dan bijaksana.

Ketika ada orang bicara mengenai Anda di belakang, itu adalah tanda bahwa Anda sudah ada di depan mereka.

Saat orang bicara merendahkan diri Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.

Saat orang bicara dengan nada iri mengenai Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah jauh lebih baik dari mereka.

Saat orang bicara buruk mengenai Anda, padahal Anda tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan Anda sebenarnya lebih indah dari mereka.

"Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat Anda bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan".

Orang pintar bisa gagal, orang hebat bisa jatuh, tapi orang yang rendah hati dalam segala hal akan selalu mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena kokohnya pijakannya.....

Tetaplah Rendah Hati bukan Rendah Diri.
Keep smile and spirit....����

"Sabbe satta bhavantu sukhitatta"  สัพเพ สัต ตา ภะ วัน ตุ สุขิตัต ตา  may all beings be happy..  semoga semua makhluk berbahagia.

Selasa, 07 Juli 2015

Pikiran positif negatif

Kehidupan ini bagaikan ladang.
Jika tidak menanaminya dengan yang baik, maka akan muncul ilalang.
Ini adalah hukum alam yang tidak dapat di tawar² lagi.
Tentu kita pernah mengamati seperti apa halaman rumah kosong yang sudah lama tidak ditempati?
Muncul rumput liar & semak belukar di sana sini.
Apakah pemilik rumah sengaja menabur benih rumput liar itu sebelum ia meninggalkan rumahnya?
Tentu saja tidak !! Tapi itulah hukum alam.
Jika kita tidak menanaminya dengan hal yang baik, maka yang buruklah yang akan muncul.
Hal yang sama juga berlaku di dalam hidup kita jika kita tidak melakukan hal yang baik, maka pasti muncul tindakan yang jahat.
Jika kita tidak mengisi pikiran kita dengan hal yang positif, maka hal yang negatiflah yang menguasai pikiran kita.
Hidup ini kurang lebih seperti itu.
Hidup juga adalah pilihan, Silahkan memilih

Ujian harta

Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.

Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudaranya.

Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu.

Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan.

Harta kadang membuat orang menjadi gelap mata, sehingga lupa saudara, lupa teman dan  bahkan menjadi lupa ingatan, untuk itulah Jagalah  dirimu dari nafsu duniawi yang membutakan mata.

Hidup untuk mencoba

Jika kita berpikir untuk tidak berbuat salah sepanjang hidup , itu tidaklah mungkin!
Tapi jIka kita mencoba untuk hidup benar dalam 1 jam itu masih mungkin!!!

belajarlah hidup benar dari jam ke jam."
Dengan latihan yang kecil dan sederhana, itu akan menjadikan kita terbiasa.
Dari keterbiasaan, akan menjadi sifat.
Sifat akan menjadi karakter.

Hiduplah 1 jam TANPA:
¤ marah
¤ hati jahat
¤ pikiran negatif
¤ menjelekkan orang
¤ serakah
¤ benci
¤ sombong
¤ egois
¤ putus asa

Hiduplah 1 jam DENGAN:
^ kasih
^ sukacita
^ damai
^ sabar
^ lemah lembut
^ murah hati
^ rendah hati
^ pengendalian diri
^ semangat

Ulangilah selama 1 jam berikutnya, dan 1 jam seterusnya.

Mari kita belajar hidup benar berawal pagi ini dengan mengembangkan senyum ciptakan damai di hati dan alam ini.

Cobalah lah konsep 1 jam untuk tidak berbuat kesalahan maka kebahagiaan akan segera menghampiri dan menyelimuti hidup kita dan ingat BERSYUKUR.

Siput dan katak

Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak.
Suatu hari, katak yg kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:
Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"
Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya harus membawa cangkang yg berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."
Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing², hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."

Dan seketika, ada seekor elang besar yg terbang ke arah mereka, siput dg cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...
Akhirnya siput baru sadar... ternyata cangkang yg di milikinya bukan merupakan suatu beban... tetapi adalah berkat

Pesan:
Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dg orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan...
Lebih baik pikirkanlah apa yg kita miliki, hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur & kebahagiaan bagi kita sendiri...

BERKAH tidak selalu berupa emas, intan permata atau uang yg banyak bukan pula saat kita tinggal dirumah mewah & pergi bermobil.
Namun BERKAH adalah saat kita kuat dalam keadaan putus asa dan tetap BERSYUKUR saat tak punya apa².

Hidup dengan bijak

Banyak org yg menderita di dunia ini, dengan berbagai bentuk penderitaan hidupnya sendiri, demikian juga banyak orang yang sering mengeluh dengan derita hidupnya sendiri, tanpa kita sadari inilah yang kemudian menjadi “sampah” bagi batin kita.

Dan lucunya sebagian dari kita, begitu mendapat satu masalah, maka akan secepat mungkin mencari teman untuk meluapkan dan sharing tentang permasalahan hidupnya… artinya kita tanpa sadar telah membagi “sampah” ke orang lain juga.

Dan kenyataan yg terjadi adalah kita jarang membagi kebahagiaan atau bercerita tentang hal yang menarik dan hal yang bahagia kepada orang lain, bila Happy biasanya hanya diri sendiri yang merasakannya.
Bila senang hanya dirasakan sendiri oleh dirinya.
Ibarat menyimpan “permata” hanya untuk dirinya sendiri.

Terus kita harus bagaimana dong?

Tergantung tekad masing-masing org.
Manusia Besar yg penuh dgn Welas Asih, dan Kasih Sayang akan senang menampung “sampah” orang lain dan me”recycle” nya menjadi “Pupuk Kehidupan” yang tentu saja bermanfaat bagi kita semua.
Dengan turut merasakan penderitaan orang lain sebagai penderitaan dirinya sendiri, menjadikan deritamu sebagai deritanya…. dan mengubahnya menjadi pupuk yang menyuburkan bibit-bibit cinta kasih dalam diri kita, bibit-bibit kebijaksanaan dalam batin kita.

Bedanya Para Bijaksana yang menampung “sampah” mereka yang menderita, tanpa harus tercemar olehnya.

Demikianlah kita yang memiliki masalah, selama belum dapat menyelesaikan masalah hidup kita sendiri, sudah sebaiknya mencari orang yang cocok dan cukup bijak untuk menyelesaikan semua masalah kehidupan diri kita.
Karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.

Marilah jaga diri kita dari “sampah bathin” yang mencemari diri kita, buang semua “sampah” dari dalam diri kita, tidak perlu disimpan dan dibawa-bawa karena itu hanya akan membebani hidup kita sendiri.
Daur Ulanglah “sampah” bathinmu menjadi “Pupuk Kehidupan” dan ingat selalu bersyukur.

Apa itu janji?

Kata kata atau ucapan adalah janji yang kalau sudah keluar tidak bisa ditarik kembali.

Belajarlah berkata yang sebenarnya.
Belajarlah berucap sesuai dengan kata hati kita.

Dan jagalah setiap ucapan agar tidak membuat orang lain salah paham.

Setiap kata yg terucap harus diimbangi perbuatan yang membuktikan ucapan kita.

Jika sudah bisa selaras antara pikiran perkataan dan perbuatan kita maka akan harmonislah hidup kita
Disanalah peningkatan kesucian akan terjadi
Kecemerlangan cahaya taksu juga akan terang memancar
Peningkatan kesadaran dan kemukjisatan spiritual juga akan terjadi

Disana pula siddhas akan terwujud sebagai bukti keyakinan itu sudah benar benar kita yakini.

Maka tidak akan ada lagi hentakan hidup masalah hidup tekanan hidup yang mampu menurunkan menggoyahkan mempertanyakan menyangsikan meragukan keyakinan kita akan apa yang kita yakini