Sabtu, 28 Februari 2015

Tips Mudah Mengontrol Pemakaian Kartu Kredit

Tips Mudah Mengontrol Pemakaian Kartu Kredit

Sebuah berita di Bisnis.com pada Juni lalu menyebutkan bahwa transaksi penggunaan kartu kredit pada Desember 2013 hingga April 2014 mengalami peningkatan sebesar 18,32%. Hal ini berbanding terbalik dengan transaksi penggunaan kartu debit yang justru menurun sebesar 3,54% pada waktu yang sama. Menurut ekonom Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, peningkatan penggunaan kartu kredit ini disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyebabkan berkurangnya jumlah uang yang dimiliki masyarakat. Tapi karena berkurangnya jumlah uang ini tidak dibarengi dengan penurunan gaya hidup masyarakat, maka semakin banyak orang yang menggunakan kartu kredit.

Data ini menunjukkan kecenderungan orang untuk menggunakan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai. Saat uang tunai sedang tidak siap di dompet, ‘pinjaman’ dari bank melalui kartu kredit adalah cara yang mudah untuk melakukan transaksi. Sayangnya, kebanyakan orang sering lupa menyesuaikan penggunaan kartu kredit dengan kemampuan mereka untuk membayar hutang. Akibatnya, hutang menumpuk dan melebihi batas ideal 30% dari total pendapatan.


Memiliki kartu kredit tak ada salahnya sebagai pegangan di saat darurat. Tapi tentu saja, Anda harus bisa menggunakannya dengan bertanggung jawab. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membatasi penggunaan kartu kredit Anda:

1. Simpan kartu kredit Anda

Agar Anda tidak tergoda menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, simpan kartu kredit Anda di rumah bersama barang-barang seperti paspor serta dokumen penting lain yang jarang Anda gunakan.

2. Hapus data kartu kredit Anda dari situs belanja online

Situs belanja online seperti Amazon dan iTunes biasanya menyimpan informasi kartu kredit Anda untuk mempermudah saat berbelanja. Hapus saja data kartu kredit tersebut, sehingga proses berbelanja Anda jadi lebih sulit dan Anda jadi lebih punya waktu untuk berpikir ulang sebelum berbelanja.

3. Rencanakan pembelian Anda

Saat Anda ingin membeli suatu barang, catat barang tersebut dalam dompet Anda. Beri waktu sekitar 1 minggu atau bahkan 1 bulan sebelum Anda membeli barang tersebut, sehingga Anda memiliki waktu untuk menghitung budget Anda sebelum berbelanja.

4. Tentukan prioritas berbelanja

Mana yang lebih penting: Membayar cicilan rumah atau membeli cicilan baru? Secara logika, pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan mudah. Sayangnya, pembelanjaan biasanya dilakukan untuk mengikuti impuls yang muncul tiba-tiba.

5. Jangan berbelanja sendirian

Berbelanjalah bersama orang yang Anda percayai untuk mencegah Anda berbelanja hal-hal yang tidak perlu. Tapi tentunya Anda tidak disarankan untuk berbelanja bersama orang yang justru ‘meracuni’ Anda untuk berbelanja, ya.

6. Tentukan budget yang rasional

Seringkali belanja impulsif terjadi karena budget yang Anda buat terlalu ketat sehingga Anda tidak memiliki kesempatan untuk menikmati uang yang Anda miliki. Misalnya, Anda menentukan anggaran rekreasi seperti jalan-jalan atau makan di restoran yang terlalu sedikit. Karena itu, buatlah budget yang rasional dan seimbangkan target menabung dengan kebutuhan rekreasi Anda.

7. Gantikan kartu kredit Anda dengan kartu debit

Untuk transaksi berbelanja yang mudah tanpa harus membawa uang tunai, Anda bisa menggunakan kartu debit daripada kartu kredit, sehingga Anda membelanjakan uang yang sesuai dengan dimiliki tanpa harus berhutang. Simpan saja kartu kredit untuk hal-hal darurat yang muncul di luar dugaan.

Cermat dan bertanggung jawab menggunakan kartu kredit berperan penting untuk menjaga kesehatan keuangan Anda. Jadi, jangan terlalu mudah untuk menggesek kartu kredit saat berbelanja, ya.

Mulai belajar merencanakan keuangan dan investasi untuk masa depan. Simak triknya disini:


demikianlah Tips Mudah Mengontrol Pemakaian Kartu Kredit, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar